Apakah Anakku Punya Ciri-Ciri Autisme?

Parenting  
Ciri-ciri autisme pada anak bisa diidentifikasi dini
Ciri-ciri autisme pada anak bisa diidentifikasi dini

Ciri-ciri autisme atau autism spectrum disorder (ASD) sebetulnya terlihat jelas beberapa bulan pertama setelah anak dilahirkan. Salah satu putra kembar saya bahkan sudah memperlihatkan tanda-tanda tersebut sejak berusia tujuh bulan.

Paling signifikan ciri-ciri autisme terlihat pada dua tahun pertama kehidupan anak. Gejalanya mulai dari ringan sampai berat.

Sering kali orang tua seperti saya sulit mengidentifikasi gejala ringan, misalnya menganggap tantrum anak wajar, padahal sudah berlebihan. Anak seperti ini berpotensi menjadi autisi yang hiperaktif.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Bayi pasif yang kurang aktif dianggap anak pemalu, Orang tua menganggapnya wajar karena anak kecil rata-rata pemalu, takut bersentuhan dengan orang lain, padahal bisa jadi si kecil termasuk kategori autisi yang hipoaktif.

Ciri-Ciri Autisme pada Anak

Anak dengan gangguan spektrum autisme menunjukkan perbedaan perkembangan ketika masih bayi, terutama dalam keterampilan sosial dan bahasa. Perkembangan motoriknya tepat waktu, bahkan relatif cepat, mulai dari duduk, merangkak, dan berjalan. Hal berbeda adalah gerakan tubuhnya banyak yang aneh, tidak bisa bermain pura-pura, dan tidak ada bahasa sosial.

Berikut adalah ciri-ciri autisme pada anak dilihat dari perbedaan sosial, bahasa dan komunikasi, serta perilaku. Perlu diingat, satu individu autisi tidak selalu memiliki gejala sama persis dengan individu autisi lainnya. Jumlah dan tingkat keparahan gejalanya bervariasi. Itulah kenapa mereka disebut anak istimewa.

1. Keterampilan sosial

· Anak tidak menoleh saat namanya dipanggil, tetapi merespons suara lain, seperti suara klakson mobil, suara kucing, atau suara kendaraan lewat.

· Anak menghindari kontak mata

· Anak lebih suka bermain sendiri ketimbang bermain dengan orang lain

· Anak tidak suka berbagi dengan orang lain

· Anak tidak mau mengantre dan bergiliran

· Anak tidak tertarik berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain

· Anak tidak tahu cara berteman

· Wajah anak tanpa ekspresi, cenderung datar, atau membuat ekspresi yang tidak wajar.

· Anak mudah tantrum dan susah ditenangkan.

· Anak sulit mengungkapkan perasaannya

· Anak sulit memahami perasaan orang lain

2. Keterampilan bahasa dan komunikasi

· Anak belum bisa bicara, jauh tertinggal dibanding anak-anak sebayanya.

· Anak tidak mengucap sepatah kata pun pada usia 15 bulan atau frasa dua kata pada usia 24 bulan.

· Mungkin awalnya sudah mulai bicara pada usia satu tahun, tetapi tiba-tiba berhenti bicara dan kehilangan keterampilan sosial begitu menginjak usia 15 bulan hingga 24 bulan. Ini disebut regresi.

· Anak tidak bisa menunjuk objek

· Anak sering mengulang kata atau kalimat tertentu

· Anak mengulang apa yang dikatakan orang lain (parroting atau echoing)

· Anak tidak bisa menjawab pertanyaan dengan tepat

· Anak tidak bisa atau jarang menggunakan bahasa tubuh, misalnya tidak bisa melambaikan tangan atau melambaikan tangan dengan posisi terbalik, tidak bisa kiss-bye.

· Jika sudah bisa bicara, nadanya datar.

· Suka bersenandung atau bernyanyi

· Ingatannya mungkin lebih baik, terutama pada lagu, jingle TV, angka, atau huruf tertentu.

· Tidak mengerti lelucon, ejekan, dan bahasa isyarat lainnya.

3. Perilaku

· Melakukan gerakan berulang (repetitif), seperti bergoyang maju mundur atau ke kiri ke kanan, berputar-putar, mengepakkan tangan seperti burung, bertepuk tangan, memainkan jari, berjalan jinjit seperti penari balet, dan melirik-lirik dengan sudut mata atau eye cornering.

· Senang menyusun benda atau mainan vertikal atau horizontal serapi mungkin

· Mainannya monoton, itu-itu saja, tetapi anak tidak pernah bosan.

· Kesan dan gampang frustasi jika rutinitasnya berubah, misalnya marah jika rute jalan berubah, atau marah jika lagu urutan lagu kesayangan di televisi berubah.

· Kebiasaan aneh yang tidak bisa dilarang, misalnya senang membuka dan menutup pintu, memainkan sakelar lampu, membuka menutup laci meja atau lemari.

· Hanya menyukai bagian tertentu dari objek, misalnya hanya menyukai roda mobil-mobilan, baling-baling helikopter, biasanya bagian yang bisa diputar saja.

· Hiperaktif dan susah fokus

· Melukai diri sendiri, misalnya membenturkan kepala, menggigiti tangan, menggaruk kepala atau wajah dengan kasar.

· Suka terbangun dan tidak bisa tidur lelap di malam hari

· Suka tertawa sendiri tanpa sebab

· Menu makan monoton dan tidak bervariasi

· Tidak merasakan sakit dan tidak menangis ketika jatuh atau terluka

· Tidak ada rasa takut

Orang tua, percayalah pada nalurimu. Jika kalian menyimpan kekhawatiran pada kondisi anak, konsultasikan segera dengan dokter anak, khususnya dokter anak yang memahami autisme.

Ciri-ciri autisme pada anak di atas sangat penting diperhatikan. Jangan tunggu anak semakin besar karena penyembuhannya pun akan semakin lama. Lakukan intervensi dini segera.

Berita Terkait

Image

Tes Covid-19 untuk Remaja Penyandang Autisme

Image

Mengapa Anak Autis Lebih Banyak Laki-Laki Ketimbang Perempuan?

Image

Tak Perlu Aneh Melihat Anak Autis

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Mom blogger yang menjadikan ketiga anaknya inspirasi utama dalam menulis.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image