Si Kecil Bertanya: Bunglon Bisa Berubah Jadi Warna Apa Saja?

Lingkungan  
Bunglon dan warna tubuhnya
Bunglon dan warna tubuhnya

Maetami (5 tahun) sedang asyik menonton film Tangled, ketika tiba-tiba dia begitu tertarik dengan Pascal yang menggemaskan. Pascal adalah seekor bunglon yang menjadi sahabat setia Rapunzel di menara tinggi tersembunyi.

"Bun, Pascal itu hewan apa sih?" ujarnya membuka pertanyaan.

"Bunglon," jawabku.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

"Badan bunglon itu memang bisa berubah warna ya?"

"Iya, itu kekuatan bunglon."

"Bunglon bisa berubah jadi warna apa saja, bu?"

Lima tahun lamanya saya keluar masuk hutan sepanjang 2006-2010 dahulu, sangat sulit menemukan hewan satu ini. Hampir mustahil melihat bunglon di alam liar, terlebih menghabiskan waktu di lapangan mencari mereka.

Tentu saja ada alasan di balik itu. Bunglon adalah sejenis kadal yang bisa dibilang tidak berdaya. Mereka tidak punya gigi tajam mau pun bisa untuk menaklukkan musuh. Kulit mereka tidak pula dipenuhi racun untuk pertahanan diri.

Bunglon juga bukan tipe kadal yang lincah, bisa bergerak cepat. Satu-satunya taktik mereka untuk bertahan hidup adalah bersembunyi dan menghindari pemangsa.

Mengapa bunglon mengubah warna tubuhnya?

Selain perlindungan, bunglon satwa ektoterm. Mereka tidak bisa menyerap panas yang dihasilkan metabolisme tubuh, sehingga mereka harus memanaskan diri atau berjemur (basking) menggunakan sinar matahari. Itulah sebabnya kita sering melihat kadal berjemur di bebatuan di pagi hari ketika matahari muncul.

Bunglon akan berkamuflase lebih gelap ketika berjemur. Warna lebih gelap menyerap lebih banyak cahaya matahari. Bunglon akan menggelapkan tubuhnya untuk mempercepat pemanasan.

Berapa banyak warna tubuh bunglon?

Bunglon memunyai perilaku unik. Sebagian besar hidup mereka habiskan untuk bersembunyi, mencoba tidak terlihat dari manusia dan hewan lain. Namun, ada kalanya bunglon menunjukkan warna-warnanya yang spektakuler dengan berani dan tanpa takut.

Kapan? Jawabannya ketika bunglon jantan bertemu dengan bunglon jantan lainnya di hutan.

Bunglon hewan teritorial. Ahli biologi evolusioner di Universitas Melbourne, Devi Stuart Fox mengatakan ketika dua pejantan bertemu, mereka akan bertarung dengan cara saling memamerkan warna.

"Saat itu mereka (bunglon) tampak gila. Mereka menjadi kuning, merah, putih, dan terlihat sangat jelas di pohon," katanya.

Bunglon jantan yang lemah, biasanya bertubuh lebih kecil dan berwarna lebih pucat akan kalah. Dia akan menghentikan perubahan warnanya untuk menunjukkan diri tak ingin bertarung.

Bunglon juga menggunakan aktraksi warnanya untuk memesona betina selama musim kawin. Bunglon betina biasanya menunjukkan ketertarikan dengan menggunakan warna-warna tertentu untuk memberi tahu jantan bahwa mereka tertarik.

"Jika betina tidak bersedia menerima jantan, mereka tidak akan menunjukkan banyak warna, malah tetap berwarna coklat kehijauan," kata Milinkovitch, dilansir dari National Geographic.

Hijau dan coklat adalah warna alami bunglon. Mereka menggunakan dua warna ini untuk membaur dengan lingkungannya, seperti pohon, daun, kulit pohon, dan ranting pohon.

Bunglon mengubah warna tubuhnya menjadi kuning atau krem saat ingin mendinginkan tubuh. Logikan warna-warna terang bersifat memantulkan lebih banyak sinar matahari.

Apabila bunglon mengubah tubuhnya menjadi warna-warna cerah, seperti merah dan biru, bisa jadi si kadal sedang marah dan menyatakan perang. Hati-hati ya!

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Mom blogger yang menjadikan ketiga anaknya inspirasi utama dalam menulis.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image