Gara-gara Perubahan Iklim, Orang Indonesia Harus Siap Makan Tanpa Sambal.

Lingkungan  
Tomat dan perubahan iklim
Tomat dan perubahan iklim

Bisakah orang Indonesia hidup tanpa sambal? Perubahan iklim membuat produksi tomat dunia menurun drastis. Tomat salah satu bahan baku untuk pembuatan sambal dan saus botol, saus pasta, dan produk turunan lainnya.

Profesor Davide Cammarano dari Universitas Aarhus mengatakan pasokan bahan baku untuk industri pengolahan tomat di dunia akan menurun enam persen pada 2050. Penurunan ini drastis dibanding studi yang pernah dilakukan 1990-2009. Italia salah satu negara paling terpukul dengan kejadian ini.

"Kita tak dapat mengontrol lingkungan tempat tumbuh (tomat). Ini membuat produksi tomat rentah terhadap perubahan iklim," kata Cammarano, dilansir dari Futurity, Jumat (17/6).

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Studi yang diterbitkan dalam Jurnal Nature Food ini melihat produksi tomat di negara-negara produsen utama dunia, seperti Amerika Serikat, Italia, dan Cina. Ketiganya menguasai 65 persen produksi tomat dunia.

Penurunan produksi tomat terjadi karena peningkatan suhu Bumi. Profesor Dev Niyogi dari Universitas Texas menambahkan studi Nature Food ini termasuk spesifik dan global. Peneliti menggunakan lima model berbeda dan menyimpulkan tiga skenario untuk menggambarkan bagaimana kenaikan suhu memengaruhi produksi tomat. Kesimpulannya sama, yaitu produksi tomat akan berubah drastis dalam beberapa dekade mendatang.

Amerika Serikat, Italia, dan Cina akan terus mengalami penurunan produksi tomat dalam 30-40 tahun ke depan. Peneliti mencontohkan California Selatan dan Italia yang tidak hanya menghadapi kenaikan suhu, tetapi juga kelangkaan air. Italia akan terus mengering dari waktu ke waktu.

"Sebagian besar industri pengolahan tomat saat ini berada di Italia. Mereka perlu mempersiapkan pasokan tomat untuk daerah setempat," kata Cammarano.

California dan Cina masih beruntung karena wilayah utaranya masih dingin. Meski demikian produksinya tetap lebih sedikit dari yang hasil rata-rata saat ini.

Perubahan iklim menimbulkan masalah terhadap berbagai jenis tanaman pertanian, salah satunya tomat. Tomat tidak suka panas, dan biasanya tumbuh dengan baik pada lingkungan dengan suhu 18-25 derajat Celsius.

Produksi tomat mulai menurun jika ditanam di lingkungan yang lebih panas dari itu, bahkan tanaman ini cepat rusak ketika berada di suhu 35 derajat Celsius.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Mom blogger yang menjadikan ketiga anaknya inspirasi utama dalam menulis.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image