Hal yang Memicu Pasangan Bertengkar Soal Uang

Uang  
Pasangan bertengkar karena uang
Pasangan bertengkar karena uang

Banyak pasangan menikah jarang bertengkar dan berselisih. Namun, ada topik tertentu yang cenderung merusak hubungan mereka dengan cepat, yaitu uang.

Pertengkaran soal uang sering kali menjadi pemicu utama perceraian. Ketika pasangan terus menerus berdebat soal uang, romantisme pernikahan hilang, muncul stres, dan berdampak negatif pada kebahagiaan bersama.

Jika kita ingin hubungan pernikahan langgeng dan bahagia, salah satu problem yang perlu diatasi adalah ketakutan membicarakan soal uang. Berikut adalah empat sumber pertengkaran soal uang yang sering dialami pasangan menikah, beserta cara mengatasinya.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

1. Visi keuangan tidak selaras

Sering kali satu pihak berjuang sendiri. Secara finansial mereka tidak sekapal atau tidak satu visi. Salah satu pasangan punya visi berbeda dan prioritas berbeda dalam hal membelanjakan uang.

 

Masalah ini dapat bertambah buruk dari waktu ke waktu. Contoh kasusnya, satu orang ingin pergi liburan mewah, satunya lagi ingin menabung untuk membeli rumah.

Seiring waktu, istri membenci suami atau suami membenci istri. Salah satu pasangan berpikir mereka terlalu loyal menghabiskan uang.

Solusinya bagaimana? Pasangan perlu duduk bersama dan memetakan visi keuangan bersama.

2. Satu pasagan cenderung menghabiskan uang

Masalah ini bermula dari kurangnya komunikasi. Salah satu pasangan mungkin tidak tahu berapa banyak persisnya uang yang dihabiskan atau berapa jumlah sebenarnya uang yang diperlukan untuk keperluan rumah tangga.

Pasangan tidak pernah melihat uang mereka sebagai sebuah tim sampai salah satunya melontarkan tuduhan dan meletuslah perang dunia ketiga. Salah satu pasangan menuduh, yang lain defensif.

Solusinya adalah pasangan duduk bersama dan menyusun rencana pengeluaran, melihat semua bentuk pengeluaran. Jika istri yang mengelola uang bulanan, maka istri perlu membuat batasan dalam pengeluaran. Misalnya, pengeluaran di bawah jumlah tertentu, katakanlah berapa puluh ribu tidak perlu bersepakat dengan suami, tetapi pengeluaran di atas itu perlu. Di sinilah pentingnya pencatatan keuangan.

3. Satu pasangan frustasi karena mengatasi semua masalah keuangan sendiri

Salah satu pasangan mungkin memikul semua beban keuangan sendiri dan membuat semua keputusan terkait keuangan sendiri. Ini bisa menyebabkan stres dalam pernikahan, bahkan menyebabkan kebencian karena salah satu pasangan merasa pasangannya telah menghabiskan uang berlebihan.

Komunikasi adalah kuncinya. Jangan takut berbicara dan menyuarakan keprihatinan kita atau ketidakmampuan kita menangani masalah keuangan kepada pasangan.

4. Pasangan tidak siap mengelola keuangan bersama

Masih banyak orang punya pandangan kuno soal uang. Misalnya, persepsi bahwa suami yang mengatur keuangan, sementara istri manut menerima berapa saja jumlah uang yang dikasih suami. Akibatnya banyak perempuan tidak siap menghadapi masalah keuangan sendiri.

Masalah lainnya, banyak pasangan tidak berdiskusi soal uang ketika pacaran, bahkan setelah menikah karena topik tersebut dinilai tidak menyenangkan atau tidak romantis. Akibatnya mereka tidak siap mengelola keuangan bersama.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Parenting dan lifestyle blogger yang senang menuangkan kisahnya di www.muthebogara.blog

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

[email protected] (Marketing)

× Image