Tips Mendidik Si Kecil Jadi Anak Mandiri

Parenting  

Hari sudah pukul 06.30 WIB dan putri saya yang berusia enam tahun masih malas-malasan di sofa ruang keluarga. Padahal, bel sekolahnya berbunyi 30 menit lagi.

Untung saja jarak dari rumah ke sekolahnya dekat, kurang dari 10 menit naik motor. Apa jadinya kalau sekolahnya jauh dan kena macet?

Saya tahu putri saya belum terlalu mandiri. Kadang, dia masih dimandikan, kadang masih dibantu memakai seragam, kadang masih dipakaikan sepatu sekolahnya, tetapi kadang saya bisa emosi melihatnya terus mengulur waktu.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Apakah ada yang akrab dengan suasana pagi seperti ini di rumah?

Tips membuat si kecil lebih mandiri

Tak perlu merasa bersalah sebagai ibu. Kita percaya pada kemampuan anak kita. Mereka hanya menikmati masa kecilnya, bermanja dengan orang tua, dan mengasah keterampilan setahap demi setahap.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk menjadikan anak lebih mandiri?

1. Beri tahu pelan-pelan

Berhentilah berteriak pada anak dengan mengatakan, "kamu bukan bayi lagi!" Ini bisa menjadikan anak lebih sensitif.

Beri tahu si kecil pelan-pelan. Motivasi anak untuk melakukan beberapa hal sendiri. Beri tahu, dengan demikian dia berarti dia sayang sama orang tua dengan menjadi anak hebat.

2. Identifikasi hal yang bisa dikerjakan anak

Buatlah daftar hal yang kira-kira bisa dilakukan anak secara mandiri. Contohnya, anak melepas baju sendiri, menyikat gigi sendiri, mengeringkan badan sendiri, memakai baju dalam sendiri, memakai kaos kaki sendiri, mengambil air minum sendiri, dan sebagainya.

Tanyakan pada anak, apakah tugas-tugas tersebut benar-benar bisa dia lakukan? Ingatkan anak komitmen tersebut ketika mendadak dia lupa dan kembali bermalas-malasan.

3. Kasih anak waktu lebih luang

Jika anak membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk memakai dalaman dan mengeringkan badannya sehabis mandi sendiri, maka mulailah mandi 10 menit lebih awal. Kita juga menjadi lebih tenang karena tidak memburu anak dengan waktu.

4. Jangan tuntut anak sempurna

Terimalah kenyataan bahwa anak tidak mungkin langsung menyelesaikan tugasnya dengan sempurna. Jika anak menumpahkan minum di gelas yang terlalu penuh misalnya, maklumi dan ajarkan anak cara membersihkannya.

Jangan langsung memarahi anak ketika dia melakukan kesalahan saat berusaha melakukan tugas secara mandiri. Ini bakal membuat anak trauma dan kembali menyerahkan semua tugasnya kepada orang tua.

5. Beri reward pujian

Alih-alih menunjukkan anak salah dan terbalik memakai sepatu misalnya, berikan anak pujian. "Ibu yakin kakak berhasil pakai sepatu sendiri," sambil perbaiki cara memakai sepatunya.

Jika anak berhasil menyelesaikan pekerjaannya, berikan reward, seperti pelukan, semangat, dan motivasi melakukan hal sama dengan baik.

6. Cobalah tetap santai dan pertimbangkan stres anak

Ada kalanya anak stres, marah, dan lelah ketika gagal melakukan sesuatu seorang diri. Pertimbangkan keadaan.

Cobalah tetap santai. Berikan anak waktu untuk berpikir. Dorong keterampilan pemecahan masalah pada anak, misalnya dengan bertanya apa dia sekarang sudah tahu cara melakukannya.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Mom blogger yang menjadikan ketiga anaknya inspirasi utama dalam menulis.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image