Bahaya Stroller Bayi di Musim Panas

Parenting  
Membawa anak dalam stroller
Membawa anak dalam stroller

Pemandangan orang tua berjalan-jalan siang hari sambil membawa kereta dorong (stroller) anak sudah biasa di Indonesia. Tak jarang pula, orang tua memakaikan pakaian tertutup dari leher hingga ujung kaki, memakaikan bayinya topi, dan masih menyelimuti si kecil di dalamnya.

Suhu di seluruh dunia terus meningkat hingga tingkat yang berbahaya. Lihat saja polusi di Jakarta yang berada pada level memprihatinkan. Ini sangat mungkin menciptakan efek gas rumah kaca pada bayi atau anak kecil yang berada dalam stroller sepanjang waktu.

Dokter anak di Rumah Sakit Astrid Lindgren Swedia, Svante Norgren, dilansir dari For Every Mom mengatakan bayi di dalam stroller bisa kepanasan layaknya termos. Mereka dalam waktu singkat bisa menjadi tidak nyaman dan berpotensi membahayaan keselamatan.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Sirkulasi udara penting untuk kenyamanan dan keamanan bayi. Anak yang ditaruh berjam-jam dalam stroller bisa merasakan sengatan panas hingga sudden infant death syndrome (SIDS) karena suhu tubuh mereka naik dalam waktu singkat.

Apa yang bisa kita lakukan untuk melindungi bayi secara efektif di dalam stroller?

1. Pilih stroller bewarna terang

Kebanyakan orang tua memilih stroller bewarna gelap dengan alasan menyamarkan kotor. Stroller bewarna gelap juga tidak mudah tampak kumuh.

Stroller bewarna terang justru lebih bagus karena bisa memantulkan panas. Ini sama seperti perasaan ketika kita lebih nyaman mengenakan baju putih ketimbang baju hitam di siang hari. Hitam sifatnya menyerap panas sehingga membuat bayi lebih cepat gerah.

2. Stroller dengan ruang udara di bagian belakang

Pilihlah stroller yang memiliki celah di bagian belakang untuk sirkulasi udara. Pilih juga stroller dengan model kanopi besar. Bila perlu, tambahkan kipas kecil di pegangan stroller untuk berjaga-jaga jika bayi kepanasan.

3. Hindari keluar bersama bayi siang hari jika memungkinkan

Hindari membawa bayi ke luar rumah pada siang hari, terlebih cuaca terik. Lakukan ini jika memungkinkan. Sekiranya kita terpaksa keluar, usahakan berteduh beberapa waktu untuk memeriksa kondisi si kecil.

4. Bawa payung

Jangan biarkan bayi sepanjang waktu berada dalam stroller. Bawa juga payung untuk menggendong bayi sesekali agar si kecil bisa bernapas lebih lega.

5. Periksa kondisi bayi

Saat berjalan-jalan atau jogging membawa stroller misalnya, periksa kondisi bayi setiap 10-15 menit sekali. Lihat anak, apakah pipinya memerah? Apakah dia berkeringat berlebihan? Apakah dia lemas?

Apabila kita menduga anak kepanasan dan kelelahan, keluarkan anak dari stroller seketika. Bawa anak masuk ke ruang berpendingin, misalnya kipas angin atau AC.

Berikan anak susu atau air putih. Pastikan anak bersikap normal, misalnya merespons saat dipanggil namanya atau berinteraksi dengan orang lain meski lewat senyuman. Sekiranya kita khawatir bayi kita tidak baik-baik saja, cari pertolongan darurat segera.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Mom blogger yang menjadikan ketiga anaknya inspirasi utama dalam menulis.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image